Awal awal musik regge ini dikumandangkan di Indonesia sekitar tahun dengan sebuah band volunter yaitu Black Company lalu diikuti dengan kemunculanlAsian Roots yang merupakan turunan dari band Black Company, kemudian ada Asian Force dan Abresso, Jamming.
Musik itu bukan sekedar hiburan dan Reggae itu bukan sekedar musik tetapi sudah merupakan bagian dari gaya hidup. Dan reggae itu sendiri memiliki konten tentang nilai kehidupan yang dalam dan filosofis. Ketika bicara Reggae, kita tahunya Bob Marley, sesungguhnya banyak tokoh-tokoh Reggae yang luar biasa.Sebenarnya musik reggea itu sendiri dapat menjadi aset di bumi Indonesia. Kenapa bisa ??? ya, jawabanya adalah “komunitas” dan komunitas itu sangat penting. Coba kembali sedikit tentang filosofi musik diantaranya adalah UNIVERSAL, oleh karena itu dari universal itu maka timbul media komunikasi dan musik reggae tentu bisa menjadi bagian dari industri , kemudia industri juga harus melihat reggae sebagai sebuah aset.
Pentingnya pembelajaran yang di terapkan oleh pelaku pelaku komunitas reggae itu sendiri, mereka bergerak lebih berlandaskan kepada unsur positif yang bisa dilakukan. Tidak sekedar dread lock maupun mariyuana. Sebab, menurut mereka filosofi reggae lebih dalam dan lebih luas. Reggae bukan sekedar hal-hal yang simbolik.
Saya berharap dan mungkin pecinta musik regge lainnya juga memiliki harapan yang sama yaitu lebih mengutamakan unsur edukasinya, karena musik reggae itu memiliki spirit kebersamaan ” brotherhood” yang kokoh, dan itu adalah spirit membangun untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa ini, agar spirit reggae lebih menjadi bahasa yang universal dan bisa diterima se “Familiar” mungkin. Semoga komunitas reggae di indonesia ini selalu one love and one unity. Move !!!!!!!!!!!!!!!!!
http://apvalentine.students.uii.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar